Studi Banding Universitas Andalas ke Universitas Mercu Buana Fakultas Ilmu Komunikasi

Universitas Andalas (Padang)  melakukan studi banding ke Universitas Mercu Buana pada Rabu (17/7). Kunjungan ini bertujuan untuk kegiatan Visiting Media  antara Universitas Andalas Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Komunikasi  dan Univeritas Mercu Buana Fakultas Ilmu Komunikasi .  Bertempat di Gedung Doktor  Lantai 5, rombongan disambut oleh  Ketua  Program Studi  Dr. Farid Hamid, M.Si.

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) Antara Perhimpuanan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia dan Universitas Mercu Buana, 27 Juni 2019

MercuSiar Enterprise, event organizer yang dikelola dan diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswi Public Relations, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana menyelenggarakan kegiatan Seminar Kehumasan pada tanggal 27 Juli 2019 lalu. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman antara Perhumas Indonesia dan Universitas Mercu Buana, khususnya Fakultas Ilmu Komunikasi. Kegiatan ini mengangkat tema besar Public Relations sebagai profesi strategis yang menuntun organisasi menuai citra dan reputasi baik dalam jangka panjang. Urgensi profesi Public Relations berkorelasi erat dengan kemampuan organisasi mempertahankan eksistensinya dimata publik. Mempertahankan eksistensi tak hanya berbicara bagaimana organisasi menghadapi tantangan, melainkan bagaimana organisasi mampu secara proaktif menyesuaikan diri dalam segala situasi yang dinamis seiring berkembangnya zaman. Dalam hal ini, dibutuhkan kacamata seorang Public Relations sebagai Expert Presciber.
Public Relations sebagai Expert Prescriber merupakan suatu profesi yang berfungsi megelola komunikasi dalam pencapaian tujuan organisasi. Pengelolaan komunikasi tersebut dilakukan dengan cara merumuskan strategi komunikasi kedalam bentuk kampanye atau program perusahaan yang bermanfaat. Expert Prescriber bertanggungjawab atas pelaksanaan hingga evaluasi program komunikasi dan memegang peranan penting dalam mengemas pesan-pesan organisasi yang ditujukan untuk membangun, memelihara, mempertahankan serta memprediksi tantangan yang akan dihadapi organisasi beserta merumuskan solusi dan mengimplementasikan programnya secara baik.
Inisiatif dalam mensosialisasikan urgensi profesi Public Relations sebagai Expert Presciber menjadi motivasi bagi MercuSiar untuk menyelenggarakan event bertema Negara Indonesia-Korea. Telah menjadi pengetahuan umum bahwa negara Korea saat ini telah menjadi sorotan dunia atas keberhasilannya menarik minat penduduk dunia terhadap pariwisata maupun budaya kenegaraannya. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, MercuSiar Enterprise akan mengangkat tema besar Public Relations akan dikolaborasikan konsep trend Indonesia-Korea yang tengah digemari masyarakat Indonesia, terutama generasi milenial. Konsep ini akan dipadukan dengan kebudayaan Indonesia dalam nuansa The Wonderful of Indonesia . MercuSiar sangat memahami bahwa kepopuleran trend Indonesia-Korea akan mampu mejadi daya tarik event yang akan diselenggarakan apalagi dengan dipadukan dengan nuansa The Wonderful of Indonesia.
Sejak tahun 2010, trend Korea yang disebut sebagai Hallyu atau Korean Wave terbilang masif dan mendominasi pasar di Indonesia. Berbagai hal terkait Korea sangat diminati masyarakat mulai dari kuliner, selera fashion, hingga acara hiburan seperti drama dan musik.  Minat mempelajari bahasa Korea dan minat pariwisata berkunjung ke Korea pun turut bermunculan seiring mewabahnya virus Hallyu. Hingga pada tahun 2019, segala hal terkait Korea sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Mudahnya menemukan restoran atau jajanan korea, musik korea yang terdengar familiar diacara televisi atau radio, serta berita entertaiment seputar public figure Korea bukanlah lagi hal asing disekitar kita. Belum lagi pengaruh sosial media dalam pendistribusian informasi mengenai hal terkait Korea menjadikan trend Korea tidak pernah surut ditelan waktu.

Demam Hallyu yang tidak pernah padam ini menjadi momentum bagi MercuSiar dalam merancang komposisi event yang tak hanya mengedukasi, namun juga dikemas dengan sistematis dan menarik. Dalam event ini, MercuSiar bermaksud mengajak mahasiswa diseluruh Indonesia menjadi inisiator kampanye Public Relations sebagai Expert Prescriber dalam kompetisi “Short Movie of Public Relations: Presenting Indonesian-Korean Tourism”. Sebagai Expert Prescriber, sangat diperlukan kemampuan memahami keinginan publik dan eksekusi program komunikasi. Dalam kompetisi ini, MercuSiar mengajak para mahasiswa Public Relations untuk berkreasi dalam film pendek yang merepresentasikan peran Public Relations dalam mempromosikan pariwisata Indonesia-Korea.

Dalam event bertema “Explore The Splendid Indonesia-Korea Cultures”, MercuSiar Enterprise juga ingin memamerkan pesona keindahan Indonesia yang turut dikagumi Dunia. Sebagai Negara Kesatuan yang memiliki ragam keindahan alam, bahasa, seni dan budaya, Indonesia juga dipenuhi keberlimpahan kekayaan alam. Limpahan keragaman tersebut menjadi sebuah kebanggaan bagi Bangsa Indonesia yang terbalut dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang memiliki arti ‘Walau berbeda-beda tapi tetap satu’.
Perbedaan merupakan kekuatan terbesar bagi Kebudayaan Indonesia. Potret keragaman Indonesia yang terdiri dari 652 bahasa daerah, 1340 suku dan 17.504 pulau akan menjadi satu keindahan yang dikolaborasikan dengan Adat Budaya Korea Selatan. Balutan penampilan tersebut akan tercipta dalam olah karya dan rasa“Explore The Splendid Indonesia-Korea Cultures”.

Dalam rangka mempromosikan negara Korea ditengah keberagaman Indonesia, MercuSiar menyusun konsep utama“Explore The Splendid Indonesia-Korea Cultures” kedalam rangkaian kegiatan bernuansa IndonesiaKorea dengan tema Food, Film & Culture Festival. Kegiatan ini akan menyuguhkan Food Street Festival, penampilan hiburan, pertunjukan seni Indonesia dan Korea serta informasi seputar pariwisata Indonesia-Korea.
Acara inti kegiatan ini yaitu Talk Show yang akan menghadirkan pembicara dari Kedutaan Besar Korea untuk Indonesia,  Kementrian Luar Negeri Indonesia, PERHUMAS, PT Sangkhadir Indonesia, KCCI (Korean Cultural Center Indonesia), serta praktisi Public Relations yang akan berbagi pandangan profesionalnya mengenai The Wonderful of Indonesia yang akan ditautkan dengan kepopuleran Negara Korea. Demikian pula acara ini turut menyuguhkan rangkaian acara hiburan dengan menghadirkan penampilan budaya Indonesia dan Korea .  Segenap panitia yang tergabung dalam MercuSiar Enterprise mengharapkan doa serta dukungan seluruh pihak untuk keberlangsungan kelancaran event Food, Film & Culture Festival.

 

Sosialisasi Kebersihan Diri dan Lingkungan oleh Mahasiswa Mercu Buana. Jakarta, 29 April 2019

Hidup sehat dimulai dari menjaga Kebersihan Diri, poin utama yang menjadi permasalahan kesehatan keluarga saat ini adalah kurangnya kesadaran akan kesehatan diri bagi anak – anak dalam bermain di luar ruangan. Anak – anak yang dalam umur aktif tidak terlalu mementingkan kesehatannya sehingga akibatnya banyak anak yang dengan mudah terserang penyakit.

Maka dari itu, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Mercu Buana beri pengetahuan mendasar tentang kebersihan diri & lingkungan, mengajak semua siswa dan siswi TK Negeri Semper Jakarta Utara untuk sama – sama menjaga kebersihan akan diri sendiri dan bagaimana menjaga kebersihan untuk lingkungan sekitar.

Grand Final duta GenRe Jakarta Barat 2019, Mahasiswa Prestasi Fakultas Ilmu komunikasi

Juara Grand Final duta GenRe Jakarta Barat 2019, diantara nya akan lanjut ke tingkat provinsi DKI Jakarta. Nama nama pemenang diantara nya :
1. Fanisa Salsabilla : Public Relations 2017 (Juara 1 Puteri)
2. ‎Hilmi Hakim : Public Relations 2016 (Juara 3 Putera)
3. ‎Clarissa Riana Mukhlis : Public Relations 2018 (Juara Harapan 2 Puteri)
4. ‎Putri Mayang : Public Relations 2016 (Juara Favorit Puteri)

KPN (Kuliah Peduli Negeri) kosentrasi Broadcasting, tim PediaCare Universitas Mercu Buana. Kamis (20 Juli 2019)

DI era modern, internet telah menjadi peran baru bagi pembentukan karakter anak di usia dini. Hal ini terlihat dari fenomena anak usia dini yang meniru ucapan dan perilaku sosok yang beredar di internet.

Seperti ucapan ‘Ah siap’ yang dipopulerkan oleh seorang YouTuber yang ditirukan oleh anak-anak usia dini.

“Internet bagaikan dua sisi mata pisau, hal ini sering didengar oleh masyarakat luas. Bila dimanfaatkan dengan baik, internet dapat menjadi media edukasi anak dengan berbagai konten mendidik. Sebaliknya, bila tidak dimanfaatkan dengan baik dan tidak diawasi, internet dapat menjadi tersangka utama dalam pembentukan karakter anak yang kurang baik.” ungkap Ketua tim PediaCare Universitas Mercu Buana Hari Setiawan saat sosialisasi pengawasan anak dalam berinternet yang diselenggarakan di biMBA-AIUEO Tomang, Kamis (20/7).