Search results for komunikasi

SAP Komunikasi Antar Budaya

Komunikasi Antar Budaya

SAP Filsafat dan Komunikasi

Etika Filsafat dan Komunikasi

Workshop Fotografi Periklanan dan Komunikasi Pemasaran Di Festival UMB 6

Giliran mahasiswa jurusan Marcomm & Advertising UMB yang unjuk gigi mengadakan acara workshop Fotografi Advertising and Marketing Communication dalam rangkaian acara Festival UMB ke-6 hari Kamis (14/11) di Aula Rektorat Kampus Menara Bhakti Universitas Mercu Buana Jakarta. Workshop yang diikuti oleh 600 pelajar terdiri dari SMKN 45, SMAN 9 Tangerang, SMAN 17 dan SMAK Putra Rifara.

Yoyoh Hereyah, MSi selaku Ketua Bidang Studi Marcomm & Advertising UMB turut hadir dalam workshop tersebut dan membuka acara workshop yang mengambil tema “Periklanan dan Komunikasi Pemasaran” ini.  Ulasan workshop Fotografi membahas tentang  ruang lingkup advertising & marcomm serta Advertising Photography, oleh Ardhariksa Zukruf dan tidak hanya itu, Ardha begitu ia biasa disapa  juga memberikan contoh beberapa iklan yang memakan biaya terbanyak selama proses pembuatannya dari seluruh dunia. “Salah satu tugas dari seorang juru iklan atau pembuat iklan adalah harus membuat merek yang kita iklankan berbeda dengan produk lain serta harus memiliki value.” Kata Ardha

Rangkaian acara dilanjutkan dengan agency presentation dari Mercu Buana Addictive, yang merupakan wadah yang berbentuk agensi biro iklan di bawah naungan FIKOM UMB, sekaligus sebagai tempat bagi para mahasiswa Advertising yang ingin berkreasi dalam bidang periklanan. Presentasi tersebut dibawakan oleh perwakilan anggota Addictive yakni Frins dan Shita, mahasiswa Marcomm & Advertising 2010. Frins dan Shita menjelaskan di Mercu Buana Addictive, mahasiswa jurusan Marcomm & Advertising UMB dapat belajar cara berbisnis dalam bidang periklanan, mengembangkan kreativitas, serta belajar membuat iklan dan  promosi.

Acara dilanjutkan dengan workshop fotografi yang mengajak 10 pelajar dari perwakilan masing-masing sekolah untuk belajar singkat mengenai fotografi. Workshop fotografi ini diadakan di sisi belakang Aula dengan kapasitas 1000 orang. Terdapat  5 studio photo booth yang  dilengkapi dengan fotografer, lampu, background dan fasilitas kamera. 50 siswa yang ikut dalam simulasi terlihat antusias mempelajari kamera dan ikut berfoto-foto di mini booth yang disediakan panitia.  Diharapkan dengan  adanya workshop fotografi ini dapat menambah wawasan dari para peserta tentang dunia periklanan dan menumbuhkan minat dalam bidang periklanan. | Eka.

 

Kuliah Umum “Isu-isu Terkini Penelitian Komunikasi” Oleh Prof. Dr. Adnan Hussein, Ph.D.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) kembali menggelar kuliah umum yang diselenggarakan pada Kamis 31 Oktober 2013 di C203. Kuliah umum yang mengambil tema “Isu-Isu Terkini Penelitian Komunikasi” yang di sampaikan oleh Prof. Dr. Adnan Hussein, Ph.D. selaku narasumber dari School of Communication, Universiti Sains Malaysia (USM).

Turut hadir dalam acara tersebut Dekan fakultas ilmu komunikasi Dr. Agustina Zubair M.Si., Wakil Dekan Fakultas  Ilmu Komunikasi Drs. Abdul Rahman, MM., M.Si. dan seluruh pejabat, dosen-dosen  serta mahasiswa fakultas ilmu komunikasi UMB yang tengah mengambil mata kuliah Riset dan Seminar.

Seluruh Jajaran dan Dosen FIKOM yang menghadiri Kuliah Umum  “Isu-isu Terkini Penelitian Komunikasi” Oleh Prof. Dr. Adnan Hussein, Ph.D.

Seluruh Jajaran dan Dosen FIKOM yang menghadiri Kuliah Umum “Isu-isu Terkini Penelitian Komunikasi” Oleh Prof. Dr. Adnan Hussein, Ph.D.

Prof. Adnan menjelaskan jika topik itu bisa berasal dari isu-isu sosial, lingkungan sekitar, masalah sosial atau satu fenomena, personal experience dan kepercayaan dari segi science terhadap suatu persoalan. Dalam mendalami sebuah topik yang akan kita gunakan sebagai bahan penelitian kita,  kita harus mencari berbagai sumber agar kita bisa tahu topik mana yang cocok untuk kita teliti yang sesuai dengan apa yang sudah kita pelajari dan kita pahami. Dan pada intinya kita dituntut untuk banyak membaca berbagai literatur sehingga kita mempunyai banyak referensi atau rujukan untuk penelitian kita. | Eka.

Dekan Fakultas  Ilmu Komunikasi Dr. Agustina Zubair M.Si. memberikan kenang-kenangan kepada Prof. Dr. Adnan Hussein, Ph.D. setelah selesai memberikan materi kuliah umum.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. Agustina Zubair M.Si. memberikan kenang-kenangan kepada Prof. Dr. Adnan Hussein, Ph.D. setelah selesai memberikan materi kuliah umum.

Tantangan Pengembangan Industri Majalah pada Era Digital

TANTANGAN PENGEMBANGAN INDUSTRI MAJALAH PADA ERA DIGITAL
Oleh:
Tri Diah Cahyowati, MSi
Morissan, M.A
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana, 2011

Abstrak:

Industri majalah di Indonesia dewasa ini telah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan ditandai dengan semakin banyaknya penerbitan majalah baru, baik yang membidik segmen yang sama sekali baru atau memasuki segmen yang sudah memiliki pesaing. Kemunculan majalah baru memberikan lebih banyak pilihan kepada pemasang iklan untuk menjangkau target audien tertentu yang sesuai dengan target konsumen merek produk bersangkutan. Namun demikian, industri majalah juga menghadapi tantangan yang tidak kecil, misalnya ongkos cetak yang semakin mahal karena harga kertas dan tinta menunjukkan kecenderungan untuk meningkat terus setiap tahun.
Tulisan ini akan menganalisa faktor-faktor yang memengaruhi masa depan industri majalah yang mencakup: isi atau artikel (editorial) majalah, manajemen sirkulasi, kesepakatan antara majalah, pemasaran basis data, kemajuan teknologi dan metode penyampaian. Majalah yang mampu meningkatkan kemampuan dan kualitas dari keenam faktor tersebut akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan mencapai keberhasilan.

Kata kunci: majalah, strategi

TriDiah_TantanganPengembanganIndustriMajalahpadaeradigital

MEDIA BARU DAN GERAKAN SOSIAL: SUATU TINJAUAN SOSIOLOGIS

MEDIA BARU DAN GERAKAN SOSIAL: SUATU TINJAUAN SOSIOLOGIS

Oleh:

MORISSAN, M.A.
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana, Jakarta

Gerakan sosial (social movement) yang terjadi di sejumlah negara Arab di Afrika utara dan Timur Tengah merupakan peristiwa sosial yang mengejutkan karena belum pernah terjadi sebelumnya. Disebut ‘mengejutkan’ karena nasib bangsa Arab selama ini seakan sudah ditakdirkan untuk selalu takluk di bawah pemimpin otoriter, mulai dari zaman Fir’aun hingga era Husni Mubarak. Demokrasi seolah menjadi hal yang tabu dan asing. Namun tiba-tiba, satu per satu, rakyat di negara-negara Arab bangkit. Gerakan sosial di Aljazair dan Mesir berhasil menumbangkan pemimpin otoriter. Gelombang gerakan sosial pun berlanjut di sejumlah negara lainnya.

Bagaimana dan mengapa gerakan sosial muncul? Apa yang menyebabkan orang mengorganisir diri pada saat tertentu dalam suatu upaya kolektif untuk melakukan perubahan. Tulisan ini merupakan suatu analisa terhadap munculnya gerakan sosial di suatu negara berdasarkan suatu tinjauan sosiologis yang disebabkan dua faktor yaitu adanya apa yang disebut dengan ‘ketercerabutan relatif’ (relative deprivation) dan mobiliasasi sumber daya (resource-mobilization), dan bagaimana media baru (Internet) berperan penting di dalamnya.

Di Indonesia, para ahli ilmu sosial (sosiolog) belum memandang penting peran media massa, khususnya media baru (Internet), dalam gerakan dan perubahan sosial ini, terbukti literatur sosiologi yang membahas mengenai media massa masih sangat jarang, jika tidak ingin dikatakan tidak ada. Karena alasan ini, penulis mengajukan tulisan yang merupakan suatu analisa terhadap peran media baru sebagai faktor penyebab munculnya gerakan sosial.

Kata kunci: gerakan sosial, media baru

SuatuTinjauanSosiologis_Morissan

META-RESEARCH DAN DIMENSI EPISTEMOLOGI

ABSTRAK
META-RESEARCH DAN DIMENSI EPISTEMOLOGI
KOMUNIKASI KONVERGEN

Oleh: Dr. Atwar Bajari, Drs., M.Si.*

Determinisme teknologi komunikasi dan informasi terhadap perubahan persepsi, sikap dan perilaku masyarakat, terhadap ruang, waktu, dan batas wilayah, telah menuntut pemikiran-pemikiran kreatif dalam perspektif Ilmu Komunikasi. Tradisi linier dan interaktif sendiri tidak mampu menjelaskan fenomena perubahan yang sedang terjadi pada masyarakat saat ini. Realitas komunikasi dengan intervensi media yang semakin konvergen, tidak dapat dijelaskan hanya sekadar transmisi, pertukaran informasi interaktif dan pola-pola komunikasi yang stagnan.
Perlu pendekatan alternatif yang mampu menyibak perilaku komunikasi individu. Karena, hakekatnya telah membentuk budaya baru dalam tatakrama, nilai, dan arus komunikasi. Seorang individu bisa mensihir dirinya menjadi populer dan aktor komunikasi baru yang cepat tanpa membangun reputasi yang lama. Melalui media personal broadcasting berubah menjadi tokoh yang dikenal dan populer. From Zero to Hero, begitu salah satu kemampuan You Tube mempopulerkan orang. Demikian pula, pembentukan kelompok kecil dalam messenger group yang membangun identitas, minat dan “dongeng” baru yang secara tidak sadar amat kohesif dan meninggalkan kelompok-kelompok tradisional. Kehadiran ICT bahkan sebentar lagi Internet Protocol Television (IPT) menyebabkan komunikasi menjadi hiperinteraktif dan sulit diprediksi.
Fenomena konvergensi komunikasi seperti ini, membutuhkan pendekatan baru secara metodologis. Metode riset yang menjelaskan manusia sebagi mahluk kreatif di satu sisi dan teknologi yang membimbing kreativitas di sisi lain, menjadi amat penting. Dalam hal inilah pendekatan contextual metaresearch dapat dijadikan tawaran. Selanjutnya inventarisasi epistemologis atas tema-tema riset komunikasi perlu digali dan dikembangkan. Terutama tema yang menjelaskan manusia kreatif dan gaya reliensi terhadap konvergensi komunikasi, menjadi mutlak.

MetaResearchdanDimensi_AtwarBajari

Konstruksi Surat Kabar Harian Mengenai Lingkungan Hidup

KONSTRUKSI SURAT KABAR HARIAN MENGENAI LINGKUNGAN HIDUP
(Analisis Framing dalam Penyajian Berita Banjir Citarum SKH Kompas)
Oleh; Arief Fajar

Staff Pengajar Prodi Ilmu Komunikasi-FKI UMS dan saat ini sedang menempuh program Master of Science (M. Sc.) pada prodi Extension and Development Communication-UGM. Kontak e-mail di arf_manutd_2003@yahoo.co.id

Studi pada penelitian mencoba memaparkan bagaimana surat kabar membingkai (framing) teks berita tema lingkungan hidup yang diwakili peristiwa Banjir Citarum. Pertimbangan utama pemilihan surat kabar Kompas adalah keberanian Surat Kabar ini menampilkan berita mengenai Banjir Citarum ini selama 3 edisi; 26, 27 dan 29 Maret 2010 pada halaman pertama. Seperti telah kita ketahui bersama, tema pemberitaan yang utama dalam sebuah surat kabar berada pada halaman pertama.
Dari konstruksi surat kabar Kompas dalam pemberitaan lingkungan hidup melalui pembingkaian (framing) penyajian Berita Banjir Citarum pada halaman pertama dapat ditarik 2 kesimpulan sebagai berikut: (1) Konstruksi Kompas mengenai isu lingkungan hidup dalam teks pemberitaan Banjir Citarum adalah kebijakan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan terkait pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum sudah tepat; (2) Pada framing teks berita, ketiga teks berita yang berada pada halaman pertama menunjukan di wilayah DAS Citarum yang diterjang banjir sedang dalam ancaman kekurangan pangan tetapi tidak ada terselip upaya pembangunan ruang diskusi bagi masyarakat untuk kritis pada penyebab kerusakan lingkungan yang terjadi terutama terkait kebijakan pengelolaan DAS Citarum. Padahal dalam konsep jurnalisme lngkungan hidup menekankan pada kajian secara holistik termasuk manajemen atau kebijakan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.

Kata Kunci; Analisis Framing dan Berita Lingkungan Hidup

AnalisisFraming_Arief Fajar

Eksistensi Media dalam Pemberantasan Korupsi

Eksistensi Media dalam Pemberantasan Korupsi

Dr. Eko Harry Susanto, M.Si
ekohs@centrin.net.id
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Jakarta

Disampaikan untuk Call on Paper dan Seminar Nasional Reposisi Komunikasi dalam Dinamika Konvergensi
Di Universitas Mercu Buana Jakarta, 10 Mei 2011

Abstrak

Media di era kebebasan informasi, memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan informasi secara transparan. Sejauh ini, masyarakat dapat memperoleh beragam pemberitaan yang tidak semata – mata merepresentasikan keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, tetapi juga mendapat pasokan berita ketimpangan sosial, ekonomi sebagai akibat ketidakmampuan lembaga – lembaga sub-ordinat kekuasaan negara, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya
Namun persoalannya, dinamika pers Indonesia, masih terperangkap kebebasan semu dalam menjalankan tugas jurnalistik. Pada satu sisi para pekerja media berupaya melangkah jauh menginvestigasi kasus korupsi di berbagai istitusi pemerintah maupun lembaga swasta. Namun di pihak lain, para pemegang otoritas lembaga atau pemilik media masih berkutat pada nilai patrimonial dalam belenggu pers yang tidak independen
Untuk membuktikan konsistensi dalam pemberantasan korupsi, idealnya semua pihak, pemerintah maupun masyarakat, bukan hanya mengeksplorasi penyelewengan keuangan yang dilakukan oleh mereka yang berada diluar lingkaran kekuasaan politik dan ekonomi saja, tetapi semua pihak yang terkait dengan kasus korupsi, harus mendapat perlakuan sama dalam pemberitaan media massa. Sebab, clean government maupun good governance harus didukung oleh pemberitaan media yang independen, dan bebas dari tekanan pihak manapun. EksistensiMediadalamPemberantasanKorupsi_EkoHariSusanto
Kata Kunci: Media Massa, Kebebasan Informasi dan Korupsi.

 

Analisis Framing

KONSTRUKSI SURAT KABAR HARIAN MENGENAI LINGKUNGAN HIDUP
(Analisis Framing dalam Penyajian Berita Banjir Citarum SKH Kompas)
Oleh; Arief Fajar
Staff Pengajar Prodi Ilmu Komunikasi-FKI UMS dan saat ini sedang menempuh program Master of Science (M. Sc.) pada prodi Extension and Development Communication-UGM. Kontak e-mail di arf_manutd_2003@yahoo.co.id

Studi pada penelitian mencoba memaparkan bagaimana surat kabar membingkai (framing) teks berita tema lingkungan hidup yang diwakili peristiwa Banjir Citarum. Pertimbangan utama pemilihan surat kabar Kompas adalah keberanian Surat Kabar ini menampilkan berita mengenai Banjir Citarum ini selama 3 edisi; 26, 27 dan 29 Maret 2010 pada halaman pertama. Seperti telah kita ketahui bersama, tema pemberitaan yang utama dalam sebuah surat kabar berada pada halaman pertama.
Dari konstruksi surat kabar Kompas dalam pemberitaan lingkungan hidup melalui pembingkaian (framing) penyajian Berita Banjir Citarum pada halaman pertama dapat ditarik 2 kesimpulan sebagai berikut: (1) Konstruksi Kompas mengenai isu lingkungan hidup dalam teks pemberitaan Banjir Citarum adalah kebijakan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan terkait pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum sudah tepat; (2) Pada framing teks berita, ketiga teks berita yang berada pada halaman pertama menunjukan di wilayah DAS Citarum yang diterjang banjir sedang dalam ancaman kekurangan pangan tetapi tidak ada terselip upaya pembangunan ruang diskusi bagi masyarakat untuk kritis pada penyebab kerusakan lingkungan yang terjadi terutama terkait kebijakan pengelolaan DAS Citarum. Padahal dalam konsep jurnalisme lngkungan hidup menekankan pada kajian secara holistik termasuk manajemen atau kebijakan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.

Kata Kunci; Analisis Framing dan Berita Lingkungan Hidup

Selanjutnya…….  AnalisisFraming